Bulan Maret 2013 ini kembali Kepala TK Ayahbunda Titin Sulistiawati 2012-12-22 11.30.32S.Pd menorehkan prestasi gemilang dengan merebut juara III Kepala Sekolah TK Berprestasi Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2013, dengan membawakan PTS (Penelitian Tindakan Sekolah tentang Upaya Mendorong Guru Untuk Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pembelajaran Di TK Ayahbunda Kec. Parungpanjang Kab. Bogor, selain itu juga ada tes pengetahuan dan wawancara. Prestasi ini sangat menggembiran seluruh warga Ayahbunda, juga UPTK Pendidikan XX Parungpanjang, juga warga parungpanjang pada umumnya setelah sekian lama tidak pernah menjadi juara di tingkat kabupaten Bogor. Sekali lagi ucapan selamat dan kebanggaan tak terkira untuk Bunda Titin Sulistiawati, semoga tahun depan target juara I akan teraih dengan sukses.

Iklan

Sejarah Singkat Ayahbunda

Pelepasan siswa PG TK dan SLB 2011/2012 Ayahbunda didirikan dengan komitmen memajukan pendidikan di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan di fokuskan di kecamatan Parungpanjang, diawali dengan pembentukan lembaga kursus Ayahbunda dengan beberapa kursus yaitu : Sempoa mental aritmetika, tari tradisional, bimbel mata pelajaran bahasa Inggris, matematika pada tahun 2002, dan di tetapkan hari lahir Yayasan Ayahbunda yaitu pada tanggal 17 Februari 2003.
Pada perkembangan selanjutnya sesuai dengan permintaan orang tua siswa mulai dibentuk Play Group dan taman batita, Awal tahun pelajaran 2003/2004 pembukaan TK Ayahbunda dimulai dengan kelas Play group, TK, Bimbel dan Kursus-kursus.
Tahun 2003 dimulai perintisan untuk didirikan Sekolah Luar Biasa, sekolah ini menerima siswa yang memiliki kebutuhan khusus seperti Tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autisme, dan pada tahun 2004 sesuai dengan ijin operasional dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dimulai penerimaan siswa untuk Sekolah Luar Biasa. Awal ajaran baru tahun pertama SLB sementara menempati ruang TK dan dilaksanakan pembelajaran siang hari, setelah mendapat bantuan dari Pemerintah, SLB menempati gedung sendiri yang tempatnya bersebelahan dengan TK dan Playgroup serta sudah belajar pagi hari.
Seiring berjalannya waktu serta usaha mencari bantuan dibantu oleh teman-teman yang peduli, ke instansi dan lembaga lain, lambat laun SLB mendapat beberapa bantuan, diantaranya, bantuan meubeler, RKB, Beasiswa dan lain sebagainya, pada tahun 2010 SLB mendapat bantuan dari PT. Pertamina Persero berupa Ruang Kelas baru berjumlah 2 ruang, 1 ruang guru, perpustakaan dan dapur serta 2 toilet, sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar semakin baik.
Saat ini 2012/2013 TK dan Playgroup memiliki siswa sejumlah 60 orang dan SLB 84 orang, untuk bimbingan belajar hanya privat Calistung TK dan SD. Guru yang mengajar disekolah Ayahbunda adalah 13 orang yang mampu mengaplikasikan computer dalam pengajaran termasuk pengajar ahli di bidangnya seperti musik, olahraga dan keterampilan.
Demikian sejarah singkat Ayahbunda dengan harapan masa depan yang indah yaitu dapat menjadi wadah yang terbaik dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan bisnis.

Penampilan Siswa SLB Ayahbunda Saat Workshop Ayahbunda 2013

IMG_20130112_083545

IMG_20130112_083534
Semangat membara untuk terus berkarya, walau kami membutuhkan kekhususan

Ketua Pelaksana Workshop Ayahbunda 2013

IMG_20130112_084218
Titin Sulistiawati, M.Pd saat memberi laporan kegiatan workshop didampingi pembawa acara.

Sosialisasi ABK & Workshop Menulis, Membuat Blog

Sosialisasi ABK  & Workshop Menulis, Membuat Blog

Ayahbunda Production

Gambar

Guest Star & EO Sosialisasi ABK dan Workshop Menulis & Blog Ayahbunda 2013

Om Jay, Yulef Dian, Thamrin Sonata, Asep Ading, DR. Hidayat & Theeadomo

Om Jay, Yulef Dian, Thamrin Sonata, Asep Ading, DR. Hidayat & Theeadomo

Drs. Asep Ading S.H, M.M. (Pengawas SLB Prov. Jawa Barat)
Sosialisasi Anak Berkebutuhan Khusus
Wijaya Kusumah, M.Pd. (Pemenang Acer Guraru)
Workshop Penulisan Buku Ajar dan PTK
Thamrin Sonata (Editor Pos Kota)
Workshop Penulisan Artikel di Media Cetak dan Elektronik
Yulef Dian, ST (Blogger)
Workshop pembuatan Blog secara mudah

Titin Sulistiawati
Moderator & Ketua Pelaksana
DR. Hidayat
Ketua Yayasan

Kurikulum 2013, Mengapa SLB (Sekolah Luar Biasa) Terlupakan?

Saat ini pemerintah dalam hal ini Kemendikbud sedang menayangkan “Bahan Uji Coba Publik Kurikulum 2013” yang sedang santer-santernya dipublikasikan lewat situs kemendikbud.go.id

Saya pribadi sebagai seorang pendidik mendukung langkah-langkah pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dalam peluncuran Kurikulum 2013 yang akan diuji cobakan mulai tahun 2013 mulai dari tingkatan pendidikan I, IV, VII dan X dan pada tahun 2014 mulai dari tingkatan pendidikan I, II, III, V, VII, VIII, X,XI serta pada tahun 2015 semua satuan pendidikan menggunakan Kurikulum 2013.

Walaupun ditengah “Uji Publik” terlihat adanya yang kontra tetapi banyak pula yang pro atau mendukung peluncuran Kurikulum 2013 ini, pertanyaannya adalah apa yang sudah pemerintah siapkan dalam mendukung keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013?

Pengertian Kurikulum dalam kebijakan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

Dalam pengertian Kurikulum tersebut jelas tergambar bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan dibutuhkan tujuan, isi, perangkat pembelajaran, sarana prasarana pendukung, pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen dan kepemimpinan sehingga dapat mendukung keberhasilan suatu kurikulum.

Sesaat saya melihat isi dari Uji Publik Kurikulum 2013 disitu tidak terlihat, tergambar dan tertulis tentang Pendidikan Luar Biasa atau khususnya untuk siswa/i yang menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa. Bila SLB harus mengacu pada Kurikulum 2013 yang saat ini belum terlihat, tergambar dan tertulis bagaimana perangkat kurikulum 2013 khusus untuk SLB alangkah naifnya pemerintah sebagai pemegang kebijakan terhadap kemajuan pendidikan suatu bangsa belum dapat menjawab semua kebutuhan akan semua satuan pendidikan yang ada di negeri ini.

Apakah Kurikulum 2013 menganak tirikan Sekolah Luar Biasa? Apakah memang pemegang kebijakan tidak mengetahui bahwa SLB-pun memberikan kemajuan terhadap NKRI ini? Apakah mereka tidak tahu bahwa siswa/i SLB-pun anak bangsa yang berhak mendapatkan pelayanan pendidikan dengan anak-anak lainnya?

Mari kita lihat bersama apakah Kurikulum 2013 dapat menjawab tantangan kebutuhan akan semua satuan pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, PT juga jangan sampai terlupakan SLB…entahlah, mari kita lihat bersama di tahun mendatang….

Previous Older Entries